Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 07 Maret 2013

Menunggu Pagi Di Surga Yang Terjatuh

 Entah mengapa mataku sulit sekali untuk ku ajak berpetualang ke alam mimpi,insomnia sering sekali menyerangku daripada aku di bunuh kebosanan maka ku coba keluar dan menikmati heningnya malam.ku rebahkan badanku dan kutatap langit yang kebetulan saat itu cerah dan bertaburan cahaya, pemandangan malam itu hampir sama saat aku mengunjungi suatu tempat,mungkin langit malam hari di mana pun tempatnya sama tapi di tempat itu keindahannya berlipat ganda.dan teringat aku akan sebuah perjalanan yang takkan aku lupakan.

 Sejumput surga yang jatuh ke bumi begitulah aku memanggil tempat itu.mahakarya tuhan yang begitu indah itu berada di ketinggian 2.400 mdpl,di situlah aku menuggu pagi dan menikmati ribuan cahaya yang menggantung menghiasi langit.

 Di malam itu langit terasa lebih dekat,mataku tak bisa ku alihkan dari memandangi angkasa seakan sedang memandangi wajah kekasih yang ayu,langit malam itu sudah menghilangkan segala penatku setelah enam jam berjalan menuju ranu kombolo si surga yang terjatuh, 3 derajat celcius tak mampu mendekapku dan membuatku beranjak ke dalam tenda.alangkah bertambah indahnya malam itu bila di habiskan bersama yang terkasih,bersama  menatap luasnya langit yang terbentang di penuhi ribuan cahaya cahaya redup yang menghangatkan hati tersa sekali susana romantik di tempat itu walau ku habiskan malam itu sendiri dan kunikmati sepi itu dengan hati yang lebih dekat dengan alam yang biasanya terabaikan dengan Tuhan yang sering aku lupakan.

 Kupandangi langit yang biasanya hanya berwana hitam tetapi di situ tidak hanya hitam dan aku takjub tak bisa menjelaskannya.di sana kudapatkan bintang jatuh,ursa mayor,ursa minor,crux dan bima sakti begitu dekat .terasa tak ada yang sia sia dari perjalanan ini segala kebosananku hilang,seketika aku sadari bahwa diriku ini tak lebih besar dari sebutir debu di hadapan mahakarya Nya yang indah.andaikan tuhan memberikan aku kesempatan lagi untuk mengunjungi sejumput surga yang jatuh itu maka dengan syukur dan senang hati ku langkahkan kakiku ke sana.
 Malam berlalu begitu cepat saat itu hingga aku sadari sesuatu yang aku tunggu telah datang,terbitnya sang surya yang mengusir dinginnya malam.


   dan terangnya nya matahari mengusir perlahan berganti menggeser ke indahan malam itu dan berganti dengan wujud indah danau di atas ketinggian 2.400 mdpl,dangan kicauan burung burung liarnya langit birunya dan jernih air danaunya.Ranu Kumbolo kau surga yang terjatuh ke bumi....

0 komentar:

Posting Komentar