Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 19 Maret 2013

Mata

Mata ini...
Pernah menyaksikan jatuhnya air mata
Dan tangan ini mengusapnya
Lalu ribuan kata kata ku mencoba
Menenangkan pedih mu

Mata ini...
Menyaksikan kau terjatuh
Seketika aku menyqngga mu
Dan lembaran motivasi
Tercetak dari mulutku
Dan ku jilid di hatimu

Mata ini...
Menyaksikan bibir indahmu tersenyum
Tiada yang seindah senyum mu saat itu
Lebih indah dari senyuman pagi di mata ku
Dan masa pun begitu cepat berlalu untuk ku...

Mata ini...
Adalah saksi saat kamu tertawa bahagia
Dan kau pun berlaku seakan menggenggam dunia...
Dan mata mata yg lain pun memandang mu
Dan kau tinggalkan pandangan ku...
Jauh jauh semakin jauh...

Mata ini...
Kembali menyaksikan jatuhnya air mata
Tapi tangan ini enggan mengusapnya
Bibirku rapat terkunci dan lidahku membeku...
Tak ada kata kata yang terucap hanya sunyi...
Terlahirlah sebuah senyuman
Dan tatapan mata yang kosong untuk mu.....

Senin, 18 Maret 2013

SUARA

Hukum alamkah bila suara kita tidak di dengar
Apakah memang suara kita tidak untuk di dengar
Ataukah memang tak layak untuk di dengar
Apakah suara kami ini menyebar wabah
Menendang perut perut yang lapar
Merenggut anak anak dari kesenangannya...
Ah menurut kami ini suara kebenaran tapi entah di sudut pandangmu...

Akankah kami akan diam
Tidak kami terus bicara,bicara,bicara
Berteriak,berteriak,histeris
Hingga kalian dengar apa yang kami suarakan
Dan membuat kalian berbicara apa yg kami bicarakan
Karena kami tahu,kami faham
Bahkan amat sangat faham
Kalau kalian tak pernah berbicara untuk kami
Yang kalian bicarakan adalah kalian bukan kami atau kita
Apakah kalian pantas di jatuhkan karena lupa atau memang sengaja
Dalam sistem kehancuran ini tanpa suara kami kau adalah bukan siapa siapa...

Dan karena bagian dari sistem yang rusak ini kami bicara
Dan berharap hari esok lebih baik
Meski kami tau dan faham kalau seiring bertambahnya hari akan bertambah buruk
Dan kami faham suksesor kalian akan lebih buruk
Karena kita adalah anak dari sistem yang hancur
Kecuali bila Tuhan menenggelamkan kita ke dasar lautan
Dan menggantikan kita dengan makhluk yg layak di sebut khalifah di muka bumi Nya

Jumat, 15 Maret 2013

120 karakter

Apa yang bisa kita pahami dari 120 karakter susunan kata
Bisakah kau menangkap keseluruhan yang di sampaikannya
Bila tujuannya hanya untuk sebuah efisiensi kata
Atau 120 karakter hanya untuk mengejar sebuah istilah
Ringkas,padat dan jelas di ucapkan
Tapi apakah kita bisa mengerti keseluruhan dari 120 karakter
Sedangkan kita adalah makhluk yang terlalu sering minta penjelasan
Bahkan panjang lebar dan terkesan bertele tele
Andai sang guru menjelaskan suatu permasalahan hanya dalam 120 karakter
Apakah yang di dapat oleh sang murid?
Selain hanya Sebuah Cangkang masalah
Apa yang di hasilkan penyair dengan 120 karakter
Mungkin tetap kata" bernilai tinggi
Tapi mungkin lebih lugas
Dan yang di hasilkan oleh orang bodoh sepertiku hanya lah kata sampah dan kebingungan memilah kata
Dan aku tak terlalu suka 120 karakter itu
Karena menurutku lebih membuat org sering lupa akan inti sesuatu
Dan hanya lebih sering ingat cangkangnya saja

Jumat, 08 Maret 2013

Impossible

Kamu adalah as yang berkarat
yang seharusnya tak lagi terpasang
tapi karat mu mencengkeram kuat
Dan dengan senangnya kamu bertahan

Kamu adalah gear yang telah aus
Susah payah kamu gerakkan badanmu
untuk memacu sesama mu...
Kau yang seharusnya tak lagi di situ
lagi " karena karat yang berdiam di as mu

Dia adalah motor tua yang terus berputar
membuang energi sia sia
karena temanya si rantai yang sudah kendor
Gerakan lambatnya berat memacu
gear yang aus dan as nya berkarat
Hasilnya suara yang mencakar telinga tanpa gerakan stasioner...

Dan di pojok sang mekanik duduk berfikir
cara mengembalikan kerja mesin tanpa mengganti part part yang hancur...
???????????

Lagi dan Lagi

Lagi lagi fanatisme mengalirkan darah...
melempar anak cucu adam ke luar bumi
merobek luka yang hampir kering
dan merobek lagi luka yang baru
sampai kapan kita saling melukai...

Lagi lagi fanatisme mengalirkan darah...
apakah anak cucu adam tidak tahu atau lupa
bila Tuhan menganugerahkan akal fikiran pada mereka
adakah bedanya mereka dengan hewan
yang saling terkam tanpa kasihan

Lagi lagi fanatisme mengalirkan darah
membodohi fikiran anak cucu adam
membutakan batin mereka
dan merelakan diri hanya untuk warna dan bendera
dan lupa kalau kita sejatinya saudara

Lagi dan lagi fanatisme mengalirkan darah
meracuni kepala dan hati anak adam
langkah mereka berat penuh dendam
hilang terbang akhlak yang ada
terbakar amarah yang bergelora

Lagi dan lagi anak cucu adam
berlaku bak setan seakan lupa
asal mereka tercipta...
jika begini  dunia hari ke hari akan di isi
bangkai dan mayat hidup berjalan yang mempunyai nama...

dan korban pun terus berjatuhan... 


Penyair dan kata kata

Aku mengambil cerita dari sebuah buku tua...


 Dahulu kala di sebuah negeri yang indah hidup seorang pemuda yatim piatu dia bercita cita menjadi seorang penyair terkenal.di belinya kata kata dan kata kata yang ia beli di susun dan di ubahnya kembali menjadi kata kata yang indah dan penuh dengan makna yang dalam,dan sang penyair yaitm piatu itu pun seiring waktu mendapatkan kemakmuran dan kemasyhuran.

Di suatu  hari sang penyair berkeliling negerinya dan takdir pun mempertemukannya dengan seorang gadis dusun yang memikat hatinya,dan dalam hitungan deting sang cinta pun menyerangnya,jantung hatinya berdegup kencang,jiwanya terguncang dan otaknya seketika kosong.ingin ia ungkapkan segala badai perasaan cinta yang menderanya.malang sang penyair tak mampu menemukan kata kata yang tepat untuk mengungkapkan isi hatinya,di cari dan di belinya seluruh kata kata di dunia tapi tak juga ia temukan kata yang bisa menggambarkan getaran jiwanya.

 Sang waktu terus berjalan sementara sang penyair terpenjara dan tepuruk pada perasaan cinta yang tak terungkapkan,waktupun mengajak kemakmuran dan kemasyhuran beranjak pergi meninggalkan sang penyair,orang orang yang memujanya pun pergi menjauh.tinggallah ia dalam kesendirian dalam penderitaan akibat cinta yang tak tersampaikan.

 Di suatu hari maut datang menjemputnya.sang penyair mati dalam kemalangan dan di pagi yang cerah itu mengalun pelan lagu pemakaman dan tetesan air mata yang jatuh.tapi dunia sunyi tak ada sepatah kata pun terucap karena semua kata kata di dunia telah di bawa sang penyair dalam kedamaian

(cerita dari sebuah buku lama)

Kita Bagaikan Cinta....?


Kita bagaikan cinta,kita ada dan nyata
Kita bagaikan cinta,kita maya dan semu
Kita bagaikan cinta,kadang ada kadang tiada
Kita bagaikan cinta,yang terlahir di hati manusia
Kita bagaikan cinta,yang mati di hati manusia

Kita bagaikan cinta,rela berkorban tanpa meminta
Kita bagaikan cinta,yang hadir dalam gelak tawa
Kita bagaikan cinta,yang hadir dalam duka
Kita bagaikan cinta,menghidupkan bahagia
Kita bagaikan cinta,meneteskan air mata

Kita bagaikan cinta,entah ada dimana
Kita bagaikan cinta,kita sulit di mengerti
Kita bagaikan cinta,kita tak juga mengerti
Kita bagaikan cinta,yang mudah mengerti
Kita bagaikan cinta,yang melesat ke nirwana

Kita bagaikan cinta,yang terhempas ke bumi
Kita bagaikan cinta,nyanyian indah penuh ceria
Kita bagaikan cinta,nada minor penuh duka
Kita bagaikan cinta,kuat dan tak bisa menghindarinya
Kita bagaikan cinta,lemah dalam pasrah menerima

Kita bagaikan cinta,penuh kejujuran yang abadi
Kita bagaikan cinta,kebohongan tiada akhir
Kita bagaikan cinta,yang selalu menginspirasi
Kita bagaikan cinta,yang terlalu sering lupa
Kita bagaikan cinta,yang saling menjaga


Kita bagaikan cinta,tak bisa menjaganya
Kita bagaikan cinta,yang memaafkan
Kita bagaikan cinta,yang penuh dengan dendam
Kita bukan cinta karena kita hancur dan hilang di telan waktu
Kita bukan cinta karena cinta berjalan bersama waktu

Kamis, 07 Maret 2013

Menunggu Pagi Di Surga Yang Terjatuh

 Entah mengapa mataku sulit sekali untuk ku ajak berpetualang ke alam mimpi,insomnia sering sekali menyerangku daripada aku di bunuh kebosanan maka ku coba keluar dan menikmati heningnya malam.ku rebahkan badanku dan kutatap langit yang kebetulan saat itu cerah dan bertaburan cahaya, pemandangan malam itu hampir sama saat aku mengunjungi suatu tempat,mungkin langit malam hari di mana pun tempatnya sama tapi di tempat itu keindahannya berlipat ganda.dan teringat aku akan sebuah perjalanan yang takkan aku lupakan.

 Sejumput surga yang jatuh ke bumi begitulah aku memanggil tempat itu.mahakarya tuhan yang begitu indah itu berada di ketinggian 2.400 mdpl,di situlah aku menuggu pagi dan menikmati ribuan cahaya yang menggantung menghiasi langit.

 Di malam itu langit terasa lebih dekat,mataku tak bisa ku alihkan dari memandangi angkasa seakan sedang memandangi wajah kekasih yang ayu,langit malam itu sudah menghilangkan segala penatku setelah enam jam berjalan menuju ranu kombolo si surga yang terjatuh, 3 derajat celcius tak mampu mendekapku dan membuatku beranjak ke dalam tenda.alangkah bertambah indahnya malam itu bila di habiskan bersama yang terkasih,bersama  menatap luasnya langit yang terbentang di penuhi ribuan cahaya cahaya redup yang menghangatkan hati tersa sekali susana romantik di tempat itu walau ku habiskan malam itu sendiri dan kunikmati sepi itu dengan hati yang lebih dekat dengan alam yang biasanya terabaikan dengan Tuhan yang sering aku lupakan.

 Kupandangi langit yang biasanya hanya berwana hitam tetapi di situ tidak hanya hitam dan aku takjub tak bisa menjelaskannya.di sana kudapatkan bintang jatuh,ursa mayor,ursa minor,crux dan bima sakti begitu dekat .terasa tak ada yang sia sia dari perjalanan ini segala kebosananku hilang,seketika aku sadari bahwa diriku ini tak lebih besar dari sebutir debu di hadapan mahakarya Nya yang indah.andaikan tuhan memberikan aku kesempatan lagi untuk mengunjungi sejumput surga yang jatuh itu maka dengan syukur dan senang hati ku langkahkan kakiku ke sana.
 Malam berlalu begitu cepat saat itu hingga aku sadari sesuatu yang aku tunggu telah datang,terbitnya sang surya yang mengusir dinginnya malam.


   dan terangnya nya matahari mengusir perlahan berganti menggeser ke indahan malam itu dan berganti dengan wujud indah danau di atas ketinggian 2.400 mdpl,dangan kicauan burung burung liarnya langit birunya dan jernih air danaunya.Ranu Kumbolo kau surga yang terjatuh ke bumi....

Rabu, 06 Maret 2013

Cappucino




apa yang kamu katakan selalu aku ingat..
ku akui aku pelupa dan sering melupakan apa kata mu...yang kini menjadi teman...
mungkin benar hidup itu seperti cappucino
yang di dalamnya ada manis pahit dan asam yang bersatu
tapi tidak menghasilkan rasa yang kacau
sekacau hidupku,di situ ada keindahan rasa...
ya nikmatilah hidup seperti menikmati secangkir cappucino
rasakan apa yang kamu rasakan di setiap tegukan
rasakan getaran yang terlukis
ibarat kehidupan nikmati saja
entah itu manis,pahit atau getir
karena seperti secangkir cappucino
yang kamu rasakan di setiap tegukan
akhirnya sampai tetesan terakhirnya
yah seperti itulah rasakan dan nikmati
semua tanpa penyesalan...
karena kita di ciptakan tidak untuk menyesali
tapi untuk memperbaiki segala kesalahan
seperti secangkir cappucino...
hidup juga mungkin seperti itu
nikmati saja setiap cobaan dan ujian hidup
saat kamu rasakan kebahagiaan bersyukurlah
saat kamu rasakan pahit dan getir bersabarlah
saat kamu terjatuh bangkitlah
dan rasakan seperti tegukan tegukan cappucino
yang kau lakuakn untuk membunuh waktu
untuk membunuh penat dan jenuh
karena bukan rahasia jika seperti segelas cappucino yang akan habis
hidupmu....hidupku...hidup kita juga akan habis...dan Berakhir...

sory bila tulisanku berbelit belit karena hidup juga seperti itu

selalu berbelit belit.....

Selasa, 05 Maret 2013

JIWA YANG TERPOJOK

apakah masih bisa kita menari
dengan penuh passion dan ekspresi
mungkinkah juga tarian tarian itu akan menjadi abadi
abadi akan keindahannya keluwesannya...
tapi apa mungkin tercipta saat jiwamu terpasung

masihkah ada nada nada indah yang rumit
jangkauan jangkauan oktaf ultra tinggi
dan falsetto kebanggaan mu berkumandang lagi
saat sukma mu yg terancam mati
aku yakin kamu akan lemah...

semua akan menjadi serba sulit
bahkan senyuman mu menjadi hampa
kosong karena sebuah kekejaman yg tak disadari
melebihi dari sebuah pembantaian fisik
karena dia merubah manusia menjadi mayat hidup

apakah bisa kamu berekspresi saat jiwamu terbunuh
ah...tapi kedunguan mereka mengakar
dan tak pernah sadar kalau kekejaman yg mereka buat
telah menciptakan bangkai bangkai berjalan di muka bumi
dan mata mata yang takut untuk melangkah
mungkin dosa dosa mereka tak akan terhapus dengan kata maaf
karena hakikat hidup adalah HIDUPNYA JIWA bukan sekedar HIDUPNYA JASAD....

1221

Senin, 04 Maret 2013

Inside The rain

Tahukah kamu...
disetiap tetesan tetesannya yang jatuh memeluk bumi
tersimpan kesejukan dan kehangatan untuk manusia
ya...itu kesejukan untuk hati yg rindu
dan kehangatan untuk hati yang sepi

Apakah kau mengetahui...
kalau setiap uap uap air yg berkumpul
di sana juga terhimpun berbagai rasa rindu,resah,gelisah dan cinta
yang ikut berkonsentrasi,lalu turun kebumi
dan menyambangi hati hati manusia yg rindu

karena itulah kau di cintai hai hujan
karena ku di ciptakan Nya untuk memberikan rasa damai
karena itulah hujan begitu romantis di mata manusia
karena kau begitu mengagumkan
karena kau sulit untuk aku lukiskan

1221