Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 09 Desember 2013

Di bawah mata bulan

Di bawah mata bulan
Masih saja berdiri dan menganggap diri bagian dari bayangan...
Di bawah mata bulan
mata tertuju jauh ke angkasa dan berharap jadi setitik bintang...
Di bawah mata bulan
Ia merasa bukan bagian dari waktu yang saat ini berputar
Di bawah mata bulan
Air mata nya membeku di belai dinginnya kehidupan
Di bawah mata bulan
ia merasa tak pernah ada dalam hidup dan cinta
Di bawah mata bulan
Entah di anggap ada atau tidak setiap langkah dan laku nya...
Di bawah mata bulan
Ia pandangi kehidupan yang tak adil meski ia berlaku adil
Di bawah mata bulan
dia melihat topeng topeng manusia dan lakon sandiwaranya...
Di Bawah matahari
Dia menangis menangis menangis Air mata nya mencair...
Karena segala derita nyata menghujam sendiri tanpa penjaga atau penolong...
Dunia hanya diam dan tak sedikit pun melihatnya...
Di Bawah mata bulan atau matahari
tetap sama...tetap merasa sendiri....
tetap menggandeng sepi

Sabtu, 07 Desember 2013

Doa Nyanyian Di Atas Padang Ilalang

Dalam desiran di bawah bulan yang temaram
dan rintik rintik hujan yang membeku...
di syahdunya nyanyian hamba Nya akan puja puji kepada Nya...
yang memecah sunyi nya ujung malam berkeping keping...
Waktu seakan diam karena lelah berputar
Tapi perlahan tak terasa ia gontai berjalan...
Dalam ketenangan ia  pinta pada yang Maha Cinta untuk semua yg memiliki  Cinta,yang mencinta dan di cinta...
Dalam rapalan doa yang penuh harap...
tapi doa nya hanya nyanyian di atas sunyi padang ilalang...
doa hati yang mati...
doa sang mayat hidup yang berharap hidup kembali...
doa Insan yang terhapus dari dada dan catatan catatan waktu yang terus berjalan dan catatan yang terus bertambah...
Dengan kristal kristal air mata doa ia tersampaikan...
Tapi perlahan ia menghilang sebelum doa terjawab
Perlahan angin membelai padang ilalang...
doa nya adalah nyanyian di atas padang ilalang